Pemuda Palestina Tertembak Di Bagian Perut Oleh Tentara Israel

Agen Casino

Pemuda Palestina Tertembak Di Bagian Perut Oleh Tentara Israel – Seseorang pemuda Palestina meninggal selesai ditembak militer Israel waktu berlangsung benturan di perbatasan Gaza, Jumat (11/5).

Mencuplik AFP, Kementerian Kesehatan Hamas pastikan pemuda yang meninggal itu bernama Abdullah Abdul Aal yang masih berumur 24 tahun.

“Abdullah ditembak dibagian perut di perbatasan timur Rafah di Jalan Gaza Selatan,” kata seseorang jubir Kemenkes Hamas.

Abdullah ialah korban pertama semenjak gencatan senjata dideklarasikan empat hari kemarin.

Lihat : Masyarakat Arab-Israel Berduka Peringati Pembentukan Negara Yahudi

Awalnya, Angkatan Bersenjata Israel serta militan Palestina di Jalan Gaza setuju lakukan gencatan senjata. Persetujuan itu berlangsung sesudah kedua-duanya ikut serta sama-sama serang, sampai merenggut 23 nyawa.

Seperti dikutip Reuters, Senin (6/5), berita gencatan senjata itu diadukan akan diawali ini hari. Perundingan kedua pihak berlangsung ditengahi oleh Mesir.

“Gencatan senjata akan mulai berlaku pada Senin jam 04.30 (waktu ditempat),” kata sumber seseorang petinggi Palestina.

Benturan antara militan di Jalan Gaza, Palestina serta militer Israel pada awal Ramadan tahun ini membuat cemas sebab dapat mengarah pada perang besar seperti lima tahun yang lalu. Indonesia jadi simpatisan perdamaian diantara kedua pihak mencela serta menekan agar aksi sama-sama serang selekasnya disudahi.

Lihat : Israel Balas Serbuan Siber Palestina Gunakan Serbuan Fisik

Seirama dengan RI, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, ikut mencela perselisihan yang kembali memanas di Jalan Gaza. Ia minta seluruh pihak berhenti menyerang serta ambil langkah menurunkan ketegangan dan meredam diri.

Karena benturan ini, Israel sudah sempat tutup perbatasan serta melarang pengiriman pertolongan ke Jalan Gaza. Yaitu bahan bakar dari Qatar untuk pembangkit listrik tenaga diesel.

Bila suplai bahan bakar langka, karena itu di kuatirkan akan menyebabkan krisis listrik di Jalan Gaza.

Ismail Haniyah, pemimpin parpol serta milisi yang kuasai Jalan Gaza, Hamas, mengatakan tidak tertarik mengawali peperangan baru dengan Israel. Ia mengatakan akan minta anak buahnya hentikan serbuan serta menurunkan ketegangan cuma bila Israel hentikan serbuan.